my blog's

Selasa, 08 Januari 2013

pendekatan dalam filsafat ilmu


MAKALAH FILSAFAT ILMU
Pendekatan dalam Flsafat Ilmu
                                  





Di susun Oleh
Wisnu Wahyudin
4715101543
Ilmu Pendidikan Islam
2010


UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
FAKULTAS ILMU SOSIAL
ILMU AGAMA ISLAM
2012
PEMBAHASAN
A.      Pengertian pendekatan dalam filsafat ilmu
Pendekatan dalam disiplin ilmu yang disebut filsafat ilmu akan lebih mudah di pahami arti pengertian bila diajukan pandangan Dewey tentang  pokok masalah, yaitu tentang permasalahan filsafat pendidikan yang berarti hubungan antara filsafat dan ilmu.
B. Berbagai metode pendekatan filsafat
1.      Pendekatan Deduktif
Pendekatan deduktif kerap dikontraskan dengan pendekatan induktif. Pendekatan Deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Dari segi bahasa, deduktif atau deduksi berasal dari Bahasa Inggris, yaitudeduction yang artinya penarikan kesimpulan-kesimpulan dari keadaan-keadaan umum atau menemukan yang khusus dari yang umum. Pendekatan deduktif juga diartikan sebagai cara berpikir dimana pernyataan yang bersifat umum ditarik suatu kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan dalam pendekatan deduktif biasanya menggunakan pola pikir silogisme yang secara sederhana digambarkan dalam penyusunan dua buah pernyataan (premis mayor dan premis minor) dan sebuah kesimpulan.
2.      Pendekatan Induktif
Pendekatan Induktif merupakan pendekatan yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke hal umum. Hukum yang disimpulkan pada fenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Berpikir induktif adalah bentuk dari apa yang disebut generalisasi. Induksi (induction) adalah cara mempelajarai sesuatu yang bertolak dari hal-hal khusus untuk menentukan hukum atau hal yang bersifat umum. Metode berpikir induktif merupakan cara berpikir yang dilakukan dengan cara menarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Oleh karena itu, penalaran induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang khusus dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.
3.      Pendekatan Rasionalisme
Rasionalisme merupakan suatu paham yang mengutamakan rasio. Paham ini beranggapan bahwa prinsip-prinsip dasar keilmuan bersumber dari rasio manusia, sehingga pengalaman empiris bergantung pada prinsip-prinsip rasio. Karena rasio itu ada pada subjek (manusia), maka asal pengetahuan harus dicari pada subjek. Rasio itu berpikir. Berpikir inilah ynag membentuk pengetahuan. Karena hanya manusia yang berpikir, maka hanya manusia yang mempunyai pengetahuan. Dengan pengetahuan inilah manusia berbuat dan menentukan tindakannya. Berbeda pengetahuan, berbeda pula laku perbuatan dan tindakannya. Rasionalisme juga bisa diartikan sebagai doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, daripada melalui iman, dogma, atau ajaran agama.

4.      Pendekatan Empirisme
Empirisme merupakan suatu paham yang mengutamakan pengalaman. Secara harfiah, istilah empirisme berasal dari Bahasa Yunani, yaitu kata emperia yang berarti pengalaman. Pendekatan empiris melihat bahwa pengalaman, baik pengalaman lahiriyah maupun pengalaman batiniyah merupakan sumber utama pengenalan. Empirisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia. Empirisme menolak anggapan bahwa manusia telah membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika dilahirkan.











KESIMPULAN
            Pendekatan dalam disiplin ilmu yang disebut filsafat pendidikan akan lebih mudah di pahami arti pengertian bila diajukan pandangan Dewey tentang  pokok masalah, yaitu tentang permasalahan filsafat pendidikan yang berarti hubungan antara filsafat dan pendidikan. Pendekatan dalam filsafat ilmu menurut para ahliterbagi kedalam 4 metode pendekatan yaitu deduktif, induktif, rasionalisme, dan empirisme.

















Daftar Pustaka

Amin Mudzakir. 2012. Karl Popper dan Masa Depan Masyarakat Terbuka.http://www.politik.lipi.go.id.
Anonim. 2010. Paradigma Ilmu Thomas Kuhn dan Karl Popper. http:// mhs.blog.ui.ac.id/andri.septian.
_________. 2009. Thomas Kuhn. http://jaringskripsi.wordpress.com.
_________. 2010. Revolusi Keilmuan menurut Thomas Samuel Kuhn.http://munzaro.blogspot.com.
_________. Rasionalisme. http://id.wikipedia.org/wiki/
_________. Empirisme. http://id.wikipedia.org/wiki/
_________. 2011. Asumsi-Asumsi Dasar Proses Keilmuan Manusia.http://tutorq.blogspot.com.
_________. 2010. Asumsi-Asumsi Dasar Proses Keilmuan. http://uzanck-area.blogspot.com.
_________. Pembuktian melalui Deduksi. http://id.wikipedia.org.
 _________. Berfikir Logika Induktif Deduktif dan Silogisme pada Filsafat Ilmu. http://www.docstoc.com.



hakikat sabar dalam Al;Qur'an


MAKALAH TAFSIR MAUDHU’I
HAKIKAT SABAR DALAM AL-QURAN






DI SUSUN OLEH:
Wisnu Wahyudin
4715101543


JURUSAN ILMU AGAMA ISLAM (IPI 2010)
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2012




Hakikat Sabar

Sabar menurut Kamus Besar Bahasa indonesia (KbbiAndroid 3.0.1) adalah tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati). Sabar merupakan amalan yang mengantarkan pelakunya kepada kasih sayang Allah SWT. Ada beberapa ayat Al-Qur’an tentang sabar yang dikaji dalam pembahasan ini.  Sabar termasuk salah satu bagian keimanan.

Sedangkan sabar menurut kamus Arab-Indonesia Moh. Yunus adalah : (صبر – يصبر – صبرا) yang artinya adalah sabar, menahan diri

Sabar, secara etimologi berarti menahan dan mencegah (al-habsu wal kaffu). Secara terminologi, sabar adalah menahan diri untuk melakukan keinginan dan meninggalkan larangan Allah swt, sabar juga berarti sikaf tegar dan kukuh dalam menjalankan ajaran Islam ketika muncul dorongan nafsu, ketegaran yang dibangun diatas landasan Al-Qur’an dan As-sunnah. Sabar dapat juga berarti puncak sesuatu, orang yang memiliki kesabaran, akan sampai pada puncak kemuliaan. Allah telah memuji orang-orang yang bersabar dan menyebutkan mereka dalam firman-Nya : “hanya orang-orang yang bersabar akan diberi pahala mereka yang tidak terbatas.” (QS.Az-Zumar : 10).     
            Di dalam Al-Qur’an kata “Sabar dan turunannya” disebutkan sebanyak 103 kali. Tujuan Allah menyebutkannya adalah sebagai petunjuk bagi orang Mukmin yang membacanya. Dalam Al=Qur’an kata sabarterdapat pada 45 suratyang berarti mencapai 40% dari seluruh surat di A-Qur;an yang berjumlah 144 surat. Surat-surat yang sering mengulang kata sabar adalah surat Al-Baqarah (9 kali), Ali Imron (8 kali), Al-Khfi (8 kali), dan Al-Nahl (7 kali).
Secara keseluruhan, penyebutan kata sabar dalam 4 surat diatas mencapai sepertiga kata sabar yang disebutkan dalam 93 ayat. Sepuluh ayat diantaranya menyebutkan kata sabar 2 kali. Bentuk kata perintah اصبر ishbir(bersabarlah) untuk tunggal disebutkan 19 kali. Kata اصبروا ishbiru(bentuk perintah jamak), dan الصابرين al-shobiriin (orang-orang yang bersabar) disebutkan sebanyak 15 kali.
            Kata sabar juga disebutkan berkali-kali dalam kitab Taurat dan Injil. Namun, kita tidak dapat memastikan sumbernya, apakah dari wahyu Ilahi atau bukan. Sebab, kitab-kitab tersebut telah mengalami penyimpangan dan perubahan.
            Firman Allah SWT melalui ayat Al-Qur’an tentang sabar adalah sebagai berikut :  
45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (Al-Baqarah : 45)

153. Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[99], Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al-Baqarah : 153)

[99] Ada pula yang mengartikan: mintalah  pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.

Perbandingan Pendapat mengenai Al-Baqarah ayat 153
Tafsir Al-Misbah

Menurut Prof. M. Quraish Shihab dalam bukunya Tafsir Al-Misbah, beliau berpendapat bahwa kata Ash-Shabr (sabar) yang dimaksud mencakup banyak hal, sabar menghadapi ejekan dan rayuan, sabar melaksanakan perintah dan menjauhi larangan, sabar dalam petaka dan kesulitan, serta sabar dalam berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan.
Penutup ayat yang menyatakan sesungguhnya Allah bersama orang- orang yang sabar mengisyaratkan bahwa jika seseorang ingin teratasi penyebab kesedihan atau kesulitannya, jika ia ingin berhasil memperjuangkan kebenaran dan keadilan, maka ia harus menyertakan Allah dalam setiap langkahnya. Ia harus bersama Allah dalam kesulitannya dan dalam perjuangannya. Ketika itu, Allah yang Maha Mengetahui, Maha Perkasa, lagi Maha Kuasa pasti membantunya, karena Dia pun telah bersama hamba-Nya. Tanpa kebersamaan itu, kesulitan tidak akan tertanggulangi bahkan tidak mustahil kesulitan di perbesar oleh setan dan nafsu amarah manusia sendiri.
Karena kesabaran membawa kapada kebaikan dan kebahagiaan, maka manusia tidak boleh berpangku tangan, atau terbawa kesedihan oleh petaka yang di alaminya, ia harus berjuang dan berjuang. Memperjuangkan kebenaran, dan menegakkan keadialan, dapat mengakibatkan kematian. Puncak petaka yang memerlukan kesabaran adalah kematian, maka ayat selanjutnya mengingatkan setiap orang untuk tidak tidak menduga yang gugur dalam perjuangan di jalan Allah telah mati. Mereka tetap hidup. Mereka hidup, walau tidak disadari oleh yang menarik dan menghembuskan nafas. [1]
Sejalan dengan pendapat Prof. M. Quraish Shihab dalam bukunya Menyingkap Tabir Ilahi Asma al Husna dalam Perspektif Al-Quran menyatakan bahwa Sebagaimana Prof. Quraish Shihab memberikan penjabaran yang lain dari kata sabar yakni kata As-Shabur terambil dari akar kata yang terdiri dari huruf- huruf shad, ba, dan ra. Maknanya berkisar pada tiga hal. Pertama Menahan, kedua Ketinggian sesuatu dan ketiga, Sejenis batu. Dari makna menahan, lahir makna Konsisten/bertahan, karena yang bertahan menahan pandangannya pada satu sikap. Seseorang yang menahan gejolak hatinya, dinamai sabar, yang ditahan di penjara sampai nanti dinamai mashburah. Dari makna kedua lahir kata Shubr, yang berarti puncak sesuatu dan dari makna ketiga, muncul makna kata As-subrah, yakni batu yang kukuh lagi kasar, atau potongan besi.
Ketiga makna tersebut dapat kait berkait, apabila pelakunya manusia. Seorang yang sabar akan menahan diri dan untuk itu ia memerlukan kekukuhan jiwa dan mental baja, agar dapat mencapai ketinggian yang diharapkannya.[2]
TAFSIR IBNU KATSIR

Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan ummat manusia untuk selalu meminta pertolongan Allah Swt dengan cara bersabar dan menunaikan shalat secara khusyu'.
Sabar terbagi menjadi dua : 
1. Sabar ketika mendapatkan kesenangan
2. Sabar ketika mendapatkan kesusahan.

Ketika menghadapi permasalahan, hendaknya kita mengembalikan semua urusan kepada Allah SWT, karena Dialah Zat yang menentukan semuanya.

Rasulullah SAW bersabda :
"Sebagai kejutan bagi seorang mukmin, Allah SWT tidak akan menentukan sesuatu kecuali Allah SWT lebih tahu tentang apa yang lebih baik baginya."

Sabar mengandung tiga hal, yaitu sabar untuk meninggalkan sesuatu yang haram. sabar dalam menunaikan ibadah dan kewajiban, serta sabar dalam menerima musibah dari Allah SWT.  Semua musibah merupakan kehendak Allah SWT. Dibalik kejadian yang menimpa, pasti terdapat hikmah yang sangat agung. (Al Misbah Al Munir, fi Tahzib Tafsir Ibnu Katsir, 1999:92-93)
TAFSIR AT TABARI

Pada ayat ini Allah mendorong manusia untuk menaati-Nya dan menghadapi sesuatu yang dirasa berat baik secara fisik maupun materi.  Maka seolah Dia berfirman :
"Wahai orang yang beriman, hendaklah kamu minta tolong dengan cara sabar dan shalat dalam melaksanakan ketaatan kepada-Ku, menunaikan berbagai hukum yang Aku tetapkan, baik hukum yang telah dihapus maupun hukum yang masih berlaku... sekalipun kamu merasa berat karena perkataan batil dari orang kafir yang dilontarkan kepada kamu.  Atau terasa berat secara fisik dalam melaksanakannya, atau secara materi dalam melawan musuh-musuhmu di jalan-Ku.

Hendaklah kamu bersabar karena Aku semata dalam menghadapi sesuatu yang tidak disenangi dan dirasa berat oleh kamu.  Kemudian, hendaklah kamu berlindung dari perkara-perkara yang mengerikan, dengan cara melakukan shalat karena Aku semata. Karena dengan kesabaran atas perkara-perkara yang tidak disenangi, kamu akan mendapatkan keridhoan-Ku.  Dan dengan melakukan sholat karena-Ku, kamu akan meraih apa yang kamu cari dan akan memperoleh apa yang kamu butuhkan di sisi-Ku.

Sesungguhnya Aku bersama dengan orang-orang yang sabar dalam menunaikan kewajiban-kewajiban dari-Ku, dan sabar dalam meninggalkan maksiat kepada-Ku.  Aku akan menolong, menjaga, serta melindungi mereka, sehingga mereka dapat memperoleh apa yang dicari dan dicita-citakan." (Tafsir At-Tabari , jilid II, 2001:697-698).


Khasanah Pengetahuan

Seseorang yang berada dalam rangka meraih ridho Allah, memikirkan bukti-bukti yang menuntun kepada iman, memelihara perintah Allah, akhirat, kematian, dan merenungkan nikmat yang telah Allah berikan kepadanya dalam kehidupan ini, balasannya akan mendapatkan pertolongan Allah.

Orang beriman tidak pernah lupa bahwa Allah telah menciptakan setiap situasi yang dialami manusia disepanjang hari-harinya.  Tujuan penciptaan tersebut adalah agar kita bersabar atau menggunakan pikiran kita untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang paling disukai Allah.
(Harun Yahya, 24 jam dalam kehidupan muslim, 2003).
Balasan atas perbuatan sabar
Balasan atas perbuatan sabar dijanjikan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Al Nahl ayat 96 :

96. apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. dan Sesungguhnya Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Al Nahl : 96)
                                          
10. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Al Zumar : 10)

Sabar berbeda dengan takut. Orang sabar adalah orang yang mampu menahan amarahnya ataupun luapan emosinya yang mengantarkannya kepada perbuatan atau tingkah laku yang buruk. Sedangkan takut, bukan menahan amarah melainkan karena memang ia tidak mampu atau gentar menghadapi sesuatu yang dianggap berbahaya.
Dalam Al-Qur’an tedapat banyak ayat yang berisi tentang konsep kesabaran. Dalam buku Himpunan dalil dalam Al-Qur’an & Hadits cara mudah menemukan dalil, jilid 4 hal 168 menjabarkan beberapa ayat yang berkaitan dengan konsep sabar. Namun karena banyak ayat yang hampir sama maka penulis membaginya kedalam beberapa sub-sub pokok konsep kesabaran.
Diantaranya :
ü  Ayat Al-Qur’an tentang Sabar dalam Ketaatan
ü  Ayat Al-Qur’an tentang Sabar dalam Menghadapi Kemaksiatan
ü  Ayat Al-Qur’an tentang Sabar dalam Mengingat Perbuatan Dosa
ü  Ayat Al-Qur’an tentang Sabardalam Meghadapi Kesulitan



Ayat Al-Qur’an tentang Sabar dalam Ketaatan

            Setiap muslim diharuskan sabar dalam menjalankan dan melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT. Sabar seperti ini dapat dibangkitkan denngan mengingat janji Allah akan pahala yang segera datang kepada orang yang sabar.
            Orang yang senantiasa berada dalam kesabaran seperti ini dapat mencapai derajat kedekatan kepada Allah. Jika telah mencapai tempat atau kedudukan derajat dekat dengan Allah, orang tersebut akan merasakan puncak kenikmatan yang tiada tara.
            Telah menjadi teladan kisahnya Nabi Ayub as., beliau adalah seorang nabi yang diuji menderita penyakit kulit di sekitar tubuhnya selama 18 tahun, anak-anaknya meninggal, hartanya habis, bahkan istri-istrinya pun ikut menjauhinya kecuali satu.
            Namun, berkat kesabaran dan keteguhan imannya, Nabi Ayub bisa melewati semua ujian yang Allah berikan kepadanya dan Allah memberikan karunia yang berlimpah dan luar biasa kepanya. Dalam Firman Allah

84. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (Al Anbiya : 84)

            Ketika ada seseorang yang beriman kepada Allah, maka sungguh Allah tidak akan membiarkannya begitu saja tanpa diberi cobaan, tentu Allah akan mencobanya/mengujinya sehingga Allah mengetahui apakah keimanannya itu sungguh-sungguh atau hanya dusta belaka.

2. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al Ankabut : 2)

31. dan Sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. (Muhammad : 31)

            Sabar dalam ketaatan kepada Allah tidaklah sia-sia. Tidak akan menyesal orang yang bersabar dalam melaksanakan ketaatannya kepada Allah SWT.



Ayat Alquran tentang Sabar dalam Menghadapi Kemaksiatan

Sabar dalam menghadapi kemaksiatan dapat terwujud dengan menjauhkan diri dari tempat-tempat yang menjurus ke arahnya. Di samping itu, cegah dan pelihara hati agar tidak cenderung kepada hal-hal yang membawa kepada kemaksiatan. Pahala orang yang dihadapkan dengan kemaksiatan kemudian dia bisa sabar, yaitu mendapat bonus 900 derajat disisi Allah.
Dalam kisahnya Nabi Yusuf as., ketika itu beliau telah menjadi seorang pemuda yang sangat tampan (separuh dari ketampanan dunia di miliknya). Beliau di upadayai oleh seorang perempuan yang tak lain adalah ibu angkatnya yang meramutnya sampai menjadi seorang pemuda, yaitu Zulaikha, istri dari Kitfir, seorang mentri kerajaan Mesir yang tertarik menggoda mengharapkan bercinta dengan Yusuf.
Awalnya Yusuf hampir tergoda karena memang godaannya itu demikian besarnya sehingga sekiranya Yusuf tidak dikuatkan dengan keimanan kepada Allah, tentu beliau jatuh ke dalam kemaksiatan.

23. dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan Dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini." Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. (Yusuf : 23)

24. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata Dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya[750]. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu Termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.

[750] Ayat ini tidaklah menunjukkan bahwa Nabi Yusuf a.s. punya keinginan yang buruk terhadap wanita itu (Zulaikha), akan tetapi godaan itu demikian besanya sehingga andaikata Dia tidak dikuatkan dengan keimanan kepada Allah s.w.t tentu Dia jatuh ke dalam kemaksiatan.


Demikian tadi sekilas dari kisah Nabi Yusuf yang sangat panjang, yang memang benar ketika Allah mencoba seseorang dengan kemaksiatan, ada 2 pilihan bagi seseorang itu. Dia terjerumus ke dalam kemaksiatan itu dan mengalahkan keimanan yang ada di dalam dirinya, atau dia menang melawan kemaksiatan itu dan bertambah kuat keimanannya.


Ayat Alquran tentang Sabar dalam Mengingat Perbuatan Dosa

Dengan mengingat perbuatan dosa yang telah dilakukan dapat memacu diri agar senantiasa berbuat lebih baik. Diri merasa jijik atau cemas jika perbuatan dosa itu terulang kembali. Kesabaran seperti ini akan memuliakan pelakunya dan enggan melakukan dosa yang telah dilakukan.
Teringat dengan kisahnya Nabi Musa yang pernah membunuh orang qibti dari golongan Fir’aun, beliau tidak menerima perlakuan orang qibti memaksa pada seorang dari golongannya (bani israil). Seperti dalam firman Allah berikut ini.

15. dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah[1115], Maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang ber- kelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan[1116] Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).(Al Qhasash : 15)

[1115] Maksudnya: tengah hari, di waktu penduduk sedang istirahat.
[1116] Maksudnya: Musa menyesal atas kematian orang itu disebabkan pukulannya, karena Dia bukanlah bermaksud untuk membunuhnya, hanya semata-mata membela kaumnya.

Nabi Musa sangat menyesali atas kematian orang itu karena pukulannya, sebab sebenarnya beliau tidak bermaksud untuk membunuhnya, tetapi hanya semata-mata membela kaumnya. Kemudian di ayat selanjutnya Nabi Musa bertaubat memohon ampun kepada Allah. Allah mengabulkan doanya dan beliau diampuni.

16. Musa mendoa: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku telah Menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, Sesungguhnya Allah Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Qhasash : 16)


Ayat Alquran tentang Sabar dalam Menghadapi Kesulitan

Kesabaran dalam menghadapi kesulitan dapat berupa penyakit atau musibah yang datang dari Allah atau kesulitan yang datang disebabkan oleh manusia. Sabar dalam menghadapi penyakit atau musibah dilakukan dengan menghindari kesedihan dan penyesalan yang berlebihan. Orang yang bisa melewati cobaan ini dengan penuh kesabaran, maka Allah akan menghapus dosa-dosanya. Firman Allah Swt sebagai berikut.

155. dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"[101].
157. mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (A Baqarah : 155-157)

[101] Artinya: Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali. kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.

Sungguh Rasulullah SAW, beliau pernah, bahkan sering dicoba oleh Allah dalam berbagai bentuk cobaan. Ketika beliau berperang dalam perang Badar, beliau dicoba dengan rasa takut yang sangat karena melihat jumlah musuh yang jauh tiga kali lipat lebih banyak dari pada kaum muslimin.
Saat itu, kaum muslimin berjumlah 313, sedangkan musuh berjumlah 1000. Namun, Allah tidak tinggal diam. Allah memberi pertolongan kepada Rasulullah dan kaum muslimin di saat kesabaran Rasulullah sudah di ujung kepasrahan.
Beliau berdoa kepada Allah, ”Ya Allah. Jika kami kalah dalam perang, maka tidak akan ada seorangpun di muka bumi ini yang akan menyembah pada Engkau” (HR. Muslim, juz 5). Sehingga, perang Badar berakhir dengan kemenangan bagi kaum muslimin.




Kesimpulan

Kata Al-Shabur terambil dari akar kata yang terdiri dari huruf- huruf shad, ba, dan ra. Maknanya berkisar pada tiga hal. Pertama Menahan, kedua Ketinggian sesuatu dan ketiga, Sejenis batu.
Allah Swt menuntut kepada kita agar menjadikan sabar dan sholat sebagai penolong dalam melaksanakan perintah-Nya dan menjalankan syari’at-Nya.
Di dalam menghadapi tantangan dan cobaan hidup, kesabaran amat penting untuk membentuk pribadi yang unggul. Oleh sebab itu, orang yang menjadikan sabar dan syukur  sebagai pondasi dalam menjalani kehidupan, mereka tidaklah rugi, melainkan untung, baik di dunia maupun di akhirat.
Demikian penjelasan mengenai ayat Alquran tentang sabar. Semoga pemaparan tersebut dapat bermanfaat bagi Anda, agar menjalani kehidupan ini penuh dengan kesabaran untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat.



[1] Prof. M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah (Ciputat, Penerbit Lentera Hati, 2000) hal. 339
[2] Prof. M. Quraish shihab, Menyingkap Tabir ilahi Asma al Husna dalam Perspektif Al-Quran (Jakarta, Penerbit Lentara Hati, Cetakan VII, 2005) hal. 443

Senin, 04 Juni 2012


HADIS TENTANG SIFAT AIR
DAN UKURAN AIR

logo unj.png















عن ابى امامة البا هلي رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :"ان الماء لا ينجسه شئ, الا ما غلب على ريحه و طعمه و لونه" اخرجه اب ماجه, و ضعفه ابو حاتم
وللبيهقي :" الماء طهور الا ان تغير ريحه, او طعمه, او لو نه بنجاسة تحدث فيه".
Daripada Abu Umamah al-Bahili (r.a) bahawa Rasulullah (s.a.w) pernah bersabda: “Sesungguhnya tidak ada sesuatu apa pun yang dapat membuat air itu menjadi najis kecuali dicemari oleh sesuatu yang menimbulkan perubahan pada bau, rasa, dan warnanya.” (Disebut oleh Ibn Majah dan dinilai dhaif oleh Abu Hatim)
Menurut riwayat al-Baihaqi: “Air itu suci dan menyucikan kecuali jika berubah bau, rasa, atau warnanya kerana dicemari najis.”


Makna Hadis

Air yang banyak akan menjadi najis apabila dicemari oleh najis dan salah satu daripada tiga sifatnya berubah. Apa yang dimaksudkan dengan sifat air ialah warna, rasa, dan baunya. Air dianggap suci dan menyucikan apabila najis yang jatuh ke dalamnya tidak merubah salah satu daripada sifatnya itu.


Analisis Lafaz

ؿَ غلب على ريحه و طعمه و لونه, maksudnya ialah salah satu sifatnya berubah, bukan semuanya, dan perubahan itu disebabkan oleh najis yang mencemarinya. Dari kalimat terakhir ini dapat disimpulkan bahawa apabila berubah kerana sesuatu yang suci, seperti yang disebut di dalam riwayat lain, maka air tersebut tidak menjadi najis, sebaliknya tetap kekal suci, namun tidak menyucikan. Air seperti itu biasanya digunakan untuk minum dan bukan digunakan untuk ibadah seperti berwuduk dan mandi junub.
تحدث فيه ”,   yang terjatuh ke dalamnya atau yang mencemarinya.
ضعفه ”,           Abu Hatim menilai hadis ini sebagai dha‟if kerana berasal daripada ri-wayat Rusydin ibn Sa‟ad. Pada mulanya beliau adalah seorang yang soleh dalam beragama, kemudian beliau mengalami jadzab (gila) orang yang soleh hingga para ulama hadis tidak lagi menerima riwayatnya.


Fiqh Hadis

Para ulama bersepakat bahawa air itu apabila dicemari atau dijatuhi najis hingga merubah salah satu daripada sifatnya, yakni warna, rasa, atau baunya, maka air itu menjadi najis.



Periwayat Hadis

Abu Umamah, nama aslinya ialah Shada ibn „Ajlan al-Bahili, seorang sahabat terkenal, meriwayatkan sebanyak 250 hadis. Beliau tinggal di Mesir, kemudian pindah ke Himsha hingga meninggal dunia pada tahun 81 Hijriah. Beliau adalah sahabat yang paling akhir meninggal dunia di negeri Syam.


Orang yang Menyebutkan Hadis

Abu Hatim al-Razi, gelarnya al-Imam dan al-Hafiz, nama aslinya adalah Muhammad ibn Idris Ibn al-Mundzir al-Hanzhali, salah seorang tokoh ulama terkemuka. Dilahirkan pada tahun 195 Hijriah. Imam al-Nasa‟i memberikan keterangan mengenainya bahawa beliau adalah seorang yang tsiqah. Beliau meninggal dunia pada tahun 277 Hijriah pada umur 82 tahun.
Al-Baihaqi, gelarnya adalah al-Hafiz al-„Allamah, seorang syeikh di Khurrasan. Nama aslinya adalah Abu Bakar Ahmad ibn al-Husain, banyak menulis kitab-kitab yang tiada tandingannya, hingga jumlah karya tulisannya mencapai lebih kurang seribu juzuk. Beliau adalah seorang yang warak, tak-wa serta bersifat zuhud. Pernah mengunjungi Hijaz, Iraq dan Baihaq, nama se-buah kota berhampiran Naisabur. Lahir pada tahun 384 Hijriah dan meninggal dunia pada tahun 454 Hijriah.






عن عبد الله عمر رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " اذا كان الماء قلتين لم يحمل الخبث" و فى لفظ : " لم ينجس" . اخرجه الاربعة, و صححه ابن خزيمة والحاكم وابن حبان

Terjemah
Daripada Abdullah ibn Umar (r.a) bahawa Rasulullah (s.a.w) pernah bersabda: “Apabila air yang banyaknya dua qullah, maka ia tidak membawa najis.” Menurut lafaz yang lain: “tidak najis.” (Disebut oleh al-Arbaah, dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah, al-Hakim dan Ibn Hibban).

Makna Hadis

Berapa banyak Rasulullah (s.a.w) menjawab orang yang bertanya kepadanya dengan jawapan yang jelas dan tepat, supaya menjadi pelita yang dapat digunakan sebagai petunjuk untuk sepanjang masa. Ini termasuk sabda yang memisahkan antara perkara yang hak dan yang batil, dan merupakan tanda kenabiannya.
Rasulullah (s.a.w) pernah ditanya mengenai air yang ada di tengah padang pasir, yaitu pada dataran rendah dan tempat genangan air serta tempat yang selainnya. Air seperti itu biasanya tidak diketahui takaran dan jumlahnya, lalu Nabi (s.a.w) memberitahu bahawa air itu apabila jumlahnya mencapai dua qullah tidak membawa najis, artinya tidak menerima najis, bahkan najis itu tidak mempengaruhi kesuciannya.







Analisis Lafaz

قلتين bentuk tatsniyah dari lafaz qullah yang artinya wadah besar menurut buatan Hajar[1], beratnya lebih kurang lima ratus kati Iraq sama dengan 446 tiga pertujuh kati Mesir, atau 93 sha tiga mudd atau lima qirath Hijaz atau sepuluh shafihah.
 "لم يحمل الخبث"tidak terdapat najis.
"لم ينجس"                  tidak terkena najis atau tidak mempengaruhi kesciannya.

Fiqh Hadis

1.      Bekas jilatan binatang dan haiwan buas pada kebanyakannya tidak terlepas daripada najis, sebab biasanya haiwan buas apabila datang ke kolam untuk meminum air, ia menceburkan diri ke dalam kolam tersebut, lalu kencing di dalamnya, bahkan ada ketikanya tubuh haiwan itu tidak terlepas dari bekas kencing dan kotorannya.
2.      Berdasarkan hadis ini, Imam al-Syafi‟i dan Imam Ahmad membuat suatu ketetapan bahawa air banyak itu ialah air yang jumlahnya mencapai dua qullah dan tidak ada sesuatu pun yang membuatnya menjadi najis selagi warna, bau atau rasanya tidak berubah.


Periwayat Hadis

Abdullah ibn Umar ibn al-Khatthab al-Adawi, nama julukannya adalah Abu Abdurrahman al-Makki. Beliau masuk Islam sejak usia kanak-kanak lagi di Mekah, turut berhijrah bersama ayahnya, „Umar (r.a) dan turut menyertai perang al-Khandaq serta Bai’at al-Ridhwan. Hadis yang diriwayatkannya berjumlah 1,630. Anak-anaknya mengambil riwayat hadis daripadanya. Mereka adalah Salim, Hamzah dan Ubaidillah. Demikian pula dengan tabi’in yang jumlah mereka pun ramai. Ibn Umar (r.a) ini adalah seorang yang zuhud, wara’ dan seorang imam yang memiliki pengetahuan yang luas serta ramai pengikutnya. Beliau meninggal dunia di Mekah pada tahun 94 Hijriah dan dikebumikan di Mekah.


Orang yang Menyebutkan Hadis

Al-Hakim adalah imam para muhaqqiqin, julukannya adalah Abu „Abdullah, sedangkan nama aslinya adalah Muhammad ibn Abdullah al-Naisaburi dan dikenali dengan Ibn al-Bai. Beliau lahir pada tahun 321 Hijriah. Ketika berusia dua puluh tahun, beliau berangkat ke Iraq, lalu melaksanakan ibadah haji. Setelah itu, beliau mengelilingi Khurrasan dan negeri-negeri Asia Tengah. Beliau telah mendengar (hadis) daripada dua ribu orang syeikh dan telah mengambil hadis daripadanya al-Daruquthni, Imam al-Baihaqi, dan ramai ulama yang lain. Beliau seorang yang bertakwa, taat dalam menjalankan ajaran agama dan mempunyai banyak karya tulisan yang luar biasa. Di antara karya tulisannya ialah kitab al-Mustadrak dan Tarikh Naisabur. Beliau meninggal dunia pada tahun 405 Hijriah.
Ibn Hibban, gelarannya ialah al-Hafiz dan al-„Allamah, julukannya adalah Abu Hatim, sedangkan nama aslinya adalah Muhammad ibn Hibban ibn Ahmad al-Busti. Beliau adalah salah seorang ahli fiqh terkemuka dan memiliki hafalan hadis yang kuat dan mengajar fiqah di Samarqand. Imam al-Hakim mengambil hadis daripadanya. Imam al-Hakim mengatakan bahawa Ibn Hibban adalah lautan ilmu fiqh, berwibawa dalam menyampaikan khutbah, pakar bahasa dan seorang ulama yang berkarisma. Beliau meninggal dunia pada tahun 354 Hijriah dalam usia 80 tahun.


[1] Hajar adalah nama suatu tempat di kawasan Bahrain, terkenal dengan gentongnya yang mereka jual ke Madinah, lalu penduduk Madinah meniru buatan mereka.